BUDAYA GANTALA JARANG DALAM PESTA PERNIKAHAN PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN JENEPONTO

 

by Nurdin

Submission date: 16-Mar-2023 09:35AM (UTC+0700)

Submission ID:2038229628

File name: 09._Nurdin.docx(49.22K)

Word count:4965

Character count: 31755

 

BUDAYA GANTALA JARANG DALAM PESTA PERNIKAHAN PADA

MASYARAKAT DI KABUPATEN JENEPONTO

Nurdin

Pengawas Madrasah di Kabupaten Jeneponto

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jenelonto

Jln.Lanto Dg Pasewang No.369

Nurdingassing63@gmail.com

081241434525

Abstract

The aim of this paper, to find out the Gantala Rare Cugure preservation at Wedding Parties in the Community in Jeneponto Regency. The method of thi research use qualitative methods. Where the researcher will describe the data in sentences. Researchers conduct descriptive research. Whereas the descriptive approach merely depicts the occurrences, symptoms, events, and situations that occur.Weddings in Jeneponto have developed into a tradition that incorporates Gantala Rare, a specialty of the town. A meal made with horse meat called Gantala Rare has only the right amount of salt as seasoning. Without a few hangovers,no wedding celebration would be complete.A challenge meal is used to be presented to the invited guests since the guests arrive at the party when the horses are slaughtered.In addition to aqiqah and circumcisions, 19 s seldom ofering of gantala has enhanced other occasions,including the welcoming It is the best combination of Eid al-Fitr and Eid al-Adha time when gantala is infrequently offered.The tradition of barazanji, in addition to the gantal meal, is unique and exciting for celebrations like weddings, circumcisions, aqiqah, and other events. Seldom is gantal a staple diet for the Jeneponto population.Because only Jenepont out of the 24 city districts consumes horse meat, even though there are horse eaters elsewhere,this unique gantala makes the residents of Jenepont proud. In addition to Gantala, there is a horse breeding. Because the Jenepontians think that horse meat prevents titanium, gauntlet food is rarely the major diet of the Jenepontians.Horse flesh and horse fat are both packed in an oil known as "horse oil," which is used to cure burns and alleviate asthma.More horse organs are advantageous to health.

Keywords;Rare Gantala Culture,Wedcang

Abstrak

Maksud tilisan ini adalah untuk mempelajari pelestarian budaya Gantala yang langka pada pernikahan masyarakat di Kota Jenepont. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dimana peneliti menyampaikan informasi dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kalimat. Meskipun jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah jenis deskriptif. Sedangkan pendekatan deskriptif hanya menggambarkan fenomena, gejala, kejadian dan kejadian yang terjadi. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian; Pernikahan Jeneponto sudah menjadi tradisi adat yang menggabungkan keistimewaan Jeneponto,Gantala Jarang.Gantala Jarang merupakan sajian daging kuda yang tidak mengandung bumbu, hanya garam secukupnya.Tidak ada perayaan pernikahan yang lengkap tanpa beberapa mabuk. Karena para tamu datang ke pesta ketika kuda-kuda disembelih, yang dijadikan hidangan tantangan untuk disajikan kepada para tamu undangan. Sajian gantala yang langka ini telah mewarnai


perayaan-perayaan lain selain khitanan dan aqiqah, juga menyambut Idul Fitri dan Idul Adha,dan menjadi momen yang tepat ketika gantala jarang disajikan. Selain hidangan gantal, tradisi barazanji juga jarang dan meriah perayaan seperti pernikahan,khitanan, aqiqah dan acara lainnya. Gantal jarang menjadi makanan khas penduduk Jeneponto. Dimana gantala langka ini membuat bangga masyarakat Jenepont,karena dari 24 kabupaten kota,hanya Jenepont yang makan daging kuda, meskipun ada pemakan kuda di tempat lain. Selain Gantala, ada juga penangkaran kuda. Mengapa gauntlet food jarang menjadi konsumsi utama masyarakat Jenepontian karena masyarakat Jenepontian percaya bahwa daging kuda mencegah titanium. Selain daging kuda,lemak kuda dikemas dalam minyak yang disebut minyak kuda, yang digunakan sebagai obat asma dan sebagai pengobatan luka bakar. Dan organ tubuh kuda lainnya baik untuk kesehatan.

Kata kunci;Budaya Gantala Jarang,Pernikahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Budaya merupakan jalan hidup yang muncul di suatu tempat dan membedakan kelompok orang tertentu; itu diwariskan dan merupakan turun temurun dari penerus ke penerus berikutnya. Diantara banyak komponen kompleks yang mendefinisikan budaya adalah bahasa, alat, pakaian, struktur, struktur politik dan agama, adat istiadat, dan karya seni. Bahasa dan budaya sangat penting bagi manusia sehingga banyak orang percaya bahwa mereka diwariskan dan bersifat genetik. Ini adalah bukti bahwa suatu budaya belajar ketika mencoba berinteraksi dengan orang-orang dari budaya lain dan beradaptasi dengan perbedaan tersebut.

Jenepont merupakan daerah di provinsi Sulawesi Selatan, kurang lebih 90 kilometer sebelah selatan kota Makassar, yang penduduk Jenepontnya termasuk suku Makassar, dan bahasa Makassar menjadi bahasa pengantar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sehari-hari. Jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 365.610 jiwa, yang terdiri dari 176.337 laki-laki dan 189.233 perempuan yang sebagian besar beragama Islam. Meskipun mereka memeluk agama Islam, namun kepercayaan lama masih mewarnai pikiran mereka, sehingga berbagai upacara adat yang berkaitan dengan keamanan, penghilangan bala, dll.

Jeneponto telah berkembang dengan perubahan dan pertumbuhan zaman bersama dengan budaya dan peradaban tertentu. Tanggal,bulan atau tahun yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan lahirnya suatu daerah dimaksudkan sebagai puncak peristiwa di Jeneponto. Setiap suku bangsa memiliki ciri dan nilai budaya berupa norma umum atau rutinitas yang diterima secara umum oleh warga negara Indonesia.Koentjara ningrat berpendapat bahwa budaya adalah kumpulan sistem pemikiran yang diperoleh orang melalui pembelajaran. Jadi kebudayaan atau kebudayaan menyangkut seluruh kehidupan manusia, baik yang bersifat materi maupun immateri.Dalam hal ini kebudayaan suku Jeneponto Makassar memiliki lambang berupa gelar atau sapaan kepada seseorang yaitu lambang Karaeng.

Komentar

Postingan populer dari blog ini